Haii guys..

Pernah gak sih kalian denger kata revolusi?? Revolusi yang terus menerus terjadi akan menyasar berbagai aspek dalam kehidupan kita ini, jadi kita sebagai kaum generasi milenial harus bersiap siap mulai dari sekarang untuk menghadapi revolusi-revolusi yang akan datang di kedepannya.
Buat kalian yang belum begitu paham tentang apa sih itu revolusi industri 4.0 itu ? Misalnya kalian penasaran dibacaa yaa …

Belakangan ini Revolusi Industri 4.0 menjadi topik hangat diberbagai kalangan mulai dari pejabat pariwisata, seperti di kutip dari laman kompas.com kata mentri pariwisata Arief Yahya “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah”. Kemenpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.

Apa sih Revolusi industri itu ? Kenapa bisa muncul revolusi 4.0 : 3.0 :dll nya ?
Secara sederhana Revolusi Industri ialah perubahan besar terhadap cara manusia memproduksi barang. Setiap perubahan besar ini akan selalu diikuti dengan perubahan besar pula di bidang ekonomi, politik, maupun budaya, yang sudah jelas akan memusnahkan banyak pekerja lama yang kemudian akan di ganti dengan banyaknya pekerja baru. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi sebanyak tiga kali dan sekarang kita sedang menghadapi revolusi industri yang ke empat. Secara singkat rangkaian revolusi industri tersebut ialah sebagai berikut ;
Revolusi Industri 1.0, Atau revolusi industri yang pertama adalah awal mula atau batu loncatan bagi revolusi yang lainnya, yaitu di temukannya Mesin Uap. Jadi sebelum ada mesin uap semua pekerjaan masih mengandalkan kekuatan otot, angin dan matahari serta udara untuk memperlancarnya.
Revolusi Industri 2.0, di tandai dengan adanya produksi masal mobil dan di temukannya beragam teknik perakitan mobil yang dari masa kemasa menjadi lebih mudah dan efisien.
Revolusi 3.0, jika revolusi pertama ditandai oleh mesin uap, revolusi kedua ditandai oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ditandai oleh mesin yang bergerak.

Sebelum menuju revolusi industri 4.0 coba kalian amati jika tidak terjadi revolusi industri 1.0 maka revolusi 2.0 juga tidak akan ada, dan revolusi industri 3.0 juga merupakan pembaruan atau pengembangan dari revolusi industri 2.0, jadi sudah bisa di bayangkan apa yang akan terjadi pada revolusi industri 4.0;
Revolusi 4.0 akan menggunakan komputer dan robot sebagai dasarnya. Kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya selalu tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada.

Jadi disini pun ada dampaknya bagi sistem pariwisata kita. Sebagai penduduk yang tinggal di daerah wisata, kita memang tidak akan bisa menghindari pengaruh dan dampah dari revolusi industri 4.0 ini. Pada blog yang lalupun saya juga sudah membahas tentang “Digital Travel”, itu pun adalah salah satu dampak dari revolusi industri 4.0. Sistem kerja pariwisata sudah tidak lagi bekerja dengan sistem konvensional, melainkan sudah dengan sistem Online Travel Agent.
Di kutip pada laman compas.com. Kemenpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sah kan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia.
Coba kalian bayangkan, jika kementrian pariwisata tidak sigap menanggapi Revolusi Industri ini, tentunya ini akan langsung berdampak pada pendapatan atau devisa negara.
Sekian duluu dehh aku bahas tentang dampak Revolusi Industri, Sesungguhnya segala bentuk Revolusi Industri adalah demi menuju suatu kemajuan bagi seluruh umat manusia. Namun jika kita tidak siap bersaing dengan yang lainnya kalian hanya akan stuck pada satu titik saja. Jadi kita sebagai kaum milenial haruslah siap sedia untuk bersaing dan berkompetisi untuk tetap bisa berkembang di zaman milenial inii.